petang


aku mendapati biru di ujung bekas, kamu terlampau keras.
entah sampai kapan kita mencari pagi yang orang bilang terang.
mungkin kita lupa pernah sepakat, pagi adalah malam yang tergesa-gesa pergi.
meninggalkan kita yang jujur dalam gelapnya, mengacuhkan kita yang sedang nikmat bertukar rasa,
dan mengabaikan kita yang lupa akan angka-angka.
hingga matahari memaksa untuk sekali lagi berlari.

dan aku senang petang datang. berbaring memelukmu tenang.