Awalan

Disebut “adat”, mungkin dari singkatan aturan dan ancaman tersirat, terlepas dari siapa anda dan darimana anda memaknainya. Jagad sendiri, saya maknai lingkung, kawasan atau tempat yang berjarak, berdimensi dan bertampak abstrak ~ karena sekali lagi saya tidak mau memaksakan ide atau gagasan. Kemudian “anyar” terbaca lebih umum dan sempit pemaknaanya ~ baru, tidak lama, asing-mungkin.

Saya adalah satu dari sekian ratus ribu orang yang sedang melaju diatas pulsa-pulsa elektronik. Menyinggung satu sama lain atau menderu berseberangan di udara ~ entah sayapun tidak ambil pusing. Ini kali pertama saya menyambangi sebuah portal atau jagad yang saya harapkan bisa menjadi sekedar bangku taman atau mungkin kertas koran di bawah jembatan bernama teknologi informasi.

Sebagai manusia yang hidup diantara riuh rendah  manifesto sebuah kumpulan masyarakat, saya merasa perlunya sebuah adat yang tetap harus saya jaga dan terapkan. Memasuki sebuah lingkung, ranah, daerah atau apapun itu, saya merasa perlu untuk ber-adat ber-monolog, untuk sekedar permisi atau mungkin anda menganggapnya basa-basi yang benar-benar basi. Terserah.

Tempat tulisan ini adalah saya. Dan saya ber-adat di jagad anyar ini, permisi dan salam.